Monday, July 30, 2012

Yang Katanya Cinta


CINTA…
Apakah itu cinta wahai Sahabat… ?
Apakah ia laksana kembang di taman yang harumnya mampu memabukkan?
Atau Ia laksana kejut gemuruh yang mampu mengetarkan dada?
Apapun itu....
Cinta adalah fitrah...
Cinta adalh kado terindah dari Sang Maha Cinta....
Dia hadir memberi ribuan warna...
Memungkinkan hal yang tak mungkin...
Menyulap duka menjadi suka...
Dan Menetralkan racun-racun keangkuhan...

Cinta... bukanlah tempat kita untuk meminta...
Tapi tempat kita untuk memberi...
Karenanya, Jangan tanyakan apa yang telah cinta beri untukmu...
Tpi tanyakanlah, Apa yang sudah kau beri untuk Cintamu...

Lalu,  Bagaimana dengan mereka yang hatinya terluka karena cinta...
Yang mampu mengakhiri hidupnya karena cinta...
Dan merobohkan imannya atas nama Cinta...?

Sudahkah Kau yakin bahwa itu Cinta?

Sungguh miris....

Ketahuilah sahabat....
Sejatinya, Cinta selalu membawa kedamaian, kenyamanan...
Cinta yang sebenarnya, akan selalu membawa kita untuk lebih mencintaiNya...
Karena cinta itu datang dariNya...
Dan akan kembali padaNya....
Maka, apakah bisa dikatakan cinta? Jika justru membawa kita semakin jauh dariNya?
Ataukah itu cinta yang bertopeng nafsu belaka?
Karena jarak antara Cinta dan nafsu itu sangatlah tipis....
Sehingga kita akan mudah terjebak akan nafsu yang yang bercover cinta...
Dan mata hati kita tertutup akan perbedaan besar itu....

Cinta...
Akan senantiasa membawa  kita kedalam perubahan-perubahan yang baik...
Merubah jiwa yang mudah menyerah...Menjadi jiwa yang pantang menyerah...
Merubah jiwa yang selalu berkeluh kesah...menjdi jiwa yang penuh syukur dan indah...
Menjadikan jiwa yang lemah..Menjadi jiwa kuat yang tak mudah goyah...

Karena itu, Cinta yang kuat hanya bisa dimiliki oleh jiwa yang kuat...

Maka jadilah kuat untuk menyambut hadirnya yang penuh keagungan....
Agar gejolaknya tak bisa mencampurkan batas antara cinta dan nafsu belaka....

Original By: Al-Durriyatul Jannah < Aya Si Mutiara Embun >



Wednesday, June 27, 2012

AKU DAN PANTAIKU



By : Aldurriyatul Jannah (Aya)

            Tasbih, itulah kalimat pertama yang kuucapkan setiap kali ku datang ke tempat ini.
Tempat yang mampu memberiku rasa yang berbeda. Kenyamanan, keteduhan dan kedamaian. Aku merasa inilah pantaiku….hanya aku…tempat dimana kumampu melukiskan semua yang kumau. Tidak ada yang lain. Hanya aku dan pantaiku. Semuanya kunikmati seperti biasanya, menyelami khayal dan semua mimpi disini. Dan lagi-lagi hanya ada aku…aku dan pantaiku.
            18 Februari 2012 . Saat bersejarah dimana semuanya bermula. Saat seseorang hadir menembus dimensi ruang khayalku. Entahlah bagaimana ia bias melakukannya. Ia berani hadir dengan kuas baru….kuas yang kami pakai untuk melukis pelangi di Pantaiku. Memberi warna warni baru yang tak pernah kulukis sebelumnya.
Kesempurnaan, yah itulah yang kurasa. Aku merasa sempurna dengan kehadirannya. Dia yang mampu menutupi celah-celah kekurangan yang kumiliki. Dia yang mampu melengkapi semua warna indah yang belum kutemui. Hingga semilir anginpun bernyanyi, ombak menari-nari, dan pasir yang berbisik-bisik melihat tawa senyum yang menghiasi rona wajah kami. Semuanya terasa indah sampai mentari lelah menyinari dan perlahan-lahan kehilangan sinarnya., dan kamipun pergi.
Suatu saat, kucoba menulis lembaran-lembaran kisah di pantai ini. Kisah yang tak akan pernah habis termakan waktu. Dan iapun kembali dating, merubah tinta perak menjadi emas. Namun, ada yang berbeda di senyumnya kala itu. Ada sesuatu yang hilang disana. Pancaran keteduhan di wajahnya sedikit redup. Ia pun berlalu.
            Entah perasaan apa yang menggelayutiku. Perasaan terluka melihat senyuman yang tak terpancar dari hatinya. Melihat segores luka yang meredupkan sinarnya. Sungguh itu membuatku sangat terluka.  Ku duduk terdiam di bibir pantai. …mengalunkan syair-syair do’a, berharap agar Yang Maha Kuasa mengembalikan senyum itu. …mengembalikan rona wajah itu. Karena senyum dan wajah itulah yang mampu membuatku bertahan, yang mampu membuatku tak mudah terhempas.
Tanpa sadar, butiran bening ini mulai berjatuhan, awan mendung menyelimuti, ombak bergulung menampar bibir pantai tanpa henti. Dan inilah saatku pergi.
Aku berharap keajaiban terjadi, aku berharap dia hadir secara tiba-tiba dihadapanku. Karena kutakmampu menemui pantaiku lagi dan artinya, akupun tak bias bertemu dengannya lagi.
Aku tersadar akan sesuatu, bahwa kini pantai itu bukan pantaiku lagi, tapi pantai kita. Ya, pantai kita.
Karena pantai itu tidak akan sempurna tanpa kehadirannya. Aku hanya berharap, suatu saat nanti kumampu melihat senyum itu lagi…melihat wajah yang berseri.
Walaupun ku tak mampu menemui pantai kita lagi disana, tapi tahukah kamu…..bahwa kusudah menemukan pantai baru. Pantai yang selalu bias menyuguhkan harapan-harapan indah dan membuatku tak pernah menyerah. Dan pantai itu adalah dirimu.
Maka kumohon, jadilah pantai yang tak pernah terkikis oleh derasnya arus ombak. Jadilah pantai yang mampu memberikan kesejukan, knyamanan, dan kedamaian. Dan aku percaya, suatu saat nanti saat ku kembali…..pantai itu akan lebih indah dari sebelumnya…..dan akan menjadi pantai paling indah dalam hidupku. ^^

Monday, June 18, 2012

Sing :

Aku bermimpi...
Dirimu...Dirikuu...Akan bertemu..
Di malam ini...
Kau datang...Kau bawa...
Bunga terindahh...
Oh..pangeran...
Dimana kamu...
Aku ingin bertemu.......

Yang aku ingin...
hanyalah dirimu saja...
Hanyalah cintamu sayang..
kembalilah kepadaku...
jangan kau pergi...
Tunggulah sebentar saja..
Kita kan bersama lagi..
Seperti disaat kita satu...^^

Wednesday, May 23, 2012

^^Sepucuk Surat Untuk Sahabat^^


Sabtu, 19 Mei 2012


Bissmillahirrahmaanirrahiim.............
Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....
Dear , Sahabat penaku...
Apa kabar wahai ahli surga? Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya padamu.
Aku ingin sedikit bercerita....
Cerita tentang layang-layang...
Kenapa aku jadi suka layang-layang...
Pada suatu sore aku melihat kumpulan anak2 bermain d lapangan....yah mereka memainkan layang-layang. Kala itu aku berfikir hal itu biasa saja. Tapi lama ku pandangi mereka... mereka memainkannya dengan ekspresi wajah gembira, dengan tawa riang dan senyum yang selalu menghiasi wajah mereka. Aku iri pada mereka. . Karna saat itu tak ada segores senyum pun dalam wajahku. Perlahan ku mendekat dan memberanikan diri tuk bertanya pada salah seorang anak yg sedang asik menarik ulur benang di tangannya, “De, udah sore kok masih main ajah, ga dicari sama mama? Nanti lagi atuh mainnya dilanjutin besok lagi”, ucapku.
Dengan polosnya ia menjawab, “Mama sudah ada di atas langit kak, sudah di surga, makanya main layangan biar mama tau, biar mama bisa ngeliat ade disini.
Deg, ada getar rasa haru yg terbersit di hatiku... Subhanallah, anak sekecil itu sudah ditinggal oleh ibunya namun ia masih bisa tersenyum dan tertawa, sedangkan aku? Sungguh aku malu pada diriku. Malu pada Allah yg tidak bisa bersyukur atas semua nikmat yg Ia beri. Selama ini aku merasa akulah yg paling menderita, akulah yg paling tersiksa, akulah yang paling terbuang....tapi sungguh diluar sana akulah yang paling beruntung.
Tanpa sadar, butiran air mata jatuh dari kedua sudut mataku, tapi aku tersenyum kala itu. Aku duduk, mlihat mereke bermain, dan aku mlihat layang-layang itu...layang-layang yang ia anggap sebagai isyarat kepada Mamanya, layang-layang sebagai penghantar rindu kepada Bundanya, dan layang-layang yg ia anggap sebagai surat cinta untuk ibundanya.
Aku suka pemandangan itu, aku suka melihat kumpulan layang-layang menari di udara membawa keceriaan.  Aku suka langit beserta seluruh aksesorisnya.
Dengan bermain layang-layang, aku bisa terus berlama-lama menatap langit...
Bertasbih mengagungkan KebesaranNya....mensyukuri nikmatNya.... dan menyadari, Betapa kasih sayangNya terhampar sangat luas untuk hambaNya.
Kini tiada hari kulewati tanpa menatap langit.... Karena disitulah aku menemukan kedamaian.... Saat hati dan jiwaku hanya tertuju kepadaNya.
^^
Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari cerita ini.... Semoga kau disana senantiasa bersyukur dan selalu memberikan senyum untuk orang-orang yang kau kasihi....
Smangaaatttt...dan salam tekad Api........^^
Syukron Katsiron.....
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....

Tuesday, March 20, 2012

Teruntukmu Adik-adikku Tersayang

Usaplah air matamu...
Janganlah bersedih terlalu larut...
Mba tau ini sulit tuk kalian...
Di usia kalian yang sekarang...
Mungkin inilah ujian berat yang sedang kalian alami...
Tapi yakinlah...
Ada hikmah dibalik semua ini...
Ada pelangi dibalik awan mendung ini...
Kalian sedang dipersiapkan untuk melihat pelangi itu...
Agar kalian melihatnya dengan jiwa yang kuat...
Jiwa yang terlatih dan pantas tuk mlihatnya..
Agar kalian mampu tuk mengatur diri kalian menghadapi kemilau indahnya pelangi...
Sehingga kalian tidak akan mudah terlen dan mampu menjaga pelangi itu tetap utuh...
Adik-adikku...Belahan jiwaku...
Kuatkanlah diri kalian....
Tabahkanlah hati kalian....
Jangan kalian mersa sendiri dan sepi...
Karena mba selalu disini...
Disamping kalian...
Menjalankan amanah suci....
Tersenyumlah...
Karena senyum kalian adalah bahan bakar semangatku...
Karena tawa kalianlah yang mampu membuatku tegar....
Mba aka berusah sebaik mungkin..
Untuk mnjadi kakak yang baik tuk kalian...
Tuk membimbing kalian dalam kebaikan....
Ya Allah..bimbingkah kami...Tuntunlah kami...
Ya Allah...Jaga dan sayangilah mereka.....
Mba sayang kalian...:')
 Special for my beloved brother and sister... ^ Bayu Nanda & Dara Dewanti )

Monday, March 19, 2012

Elegi dua jiwa

Aku lelah....
Namun tak ingin menyerah...
Aku jenuh...
Namun tak ingin runtuh...
Aku pilu...
Namun tak ingin terpaku...
Aku rapuh....
Namun tak ingin luluh...
Aku gusar...
Namun tak ingin terlempar....
Ya Rabbku...
Bimbinglah aku dalam petunjukMu...
Kuatkan aku dengan janjiMu.....
Yakinku padaMu wahai Sang Kekasih Tertinggi...
Tlah Kau siapkan pintu itu untukku...
Pintu hambaMu yang yakin akan kebesaranMu....