Friday, September 7, 2012

~*~ LILIN-LILIN REDUP ~*~


Diriku bukanlah kembang api…
Yang kemilaunya begitu indah di malam hari…

Diriku bukanlah bintang….
Yang memberikan kerlip kemilau terang…

Diriku bukanlah rembulan...
Yang sinarnya mampu menerangi gelap malam...

Diriku bukanlah mentari..
Yang mampu memberikan kehangatan seluruh alam...

Diriku bukanlah kunang-kunang...
Yang cahayanya terpancar penuh keindahan...

Diriku...
Hanyalah sebatang lilin...
Lilin redup yang mudah padam diterpa angin...
Aku hanyalah setangkai lilin....
Yang rela meleleh demi mempertahankan cahayanya....
Aku memang hanyalah sebongkah lilin...
Lilin yang tak indah...tak kemilau...
Tapi aku ingin menjadi lilin...
Yang mampu menyinarimu...
Mengusir gelap dari sekitarmu...
Dengan kehangatannya yang sederhana...
Dengan penuh kekurangan dan keterbatasannya...
Sampai habis masanya...
Ia kehilangan sinarnya....


Akan ada saatnya….
Dimana do’a lebih berharga…
Akan ada masanya…
Dimana kata tak lagi bermakna…
Akan ada waktunya...
Ketika diam menjadi pilihan utama...

Akan tiba masa...
ketika langkah tak lagi seirama...
Akan tiba masa...
Ketika jalan yang ditempuh terlampau berbeda...

Ketika hadir masa...
Hanya dzikir peneduh jiwa...
Ketika hadir masa...
Hanya hamparan sajadah pelarian utama...

Namun demi asa...
Demi mimpi yang berbalut do’a...
Demi cita-cita agung tuk dapat seirama...
Bertahan meski sunyi melanda...
Tersenyum meski cemas dan gundah...
Berdiri meski penopang tak bisa lagi menyanggah....

Karna...
Ada kekuatan disetiap do’a..
Ada keikhlasan dalam sabarnya jiwa...
Ada kepatuhan tuk gapai RidhoNya...
Demi sebuah masa....

Tuesday, September 4, 2012

~*~ Sekedar Coretan dari Nurani ~*~


Bismillahirrahmaanirrahiim……….


Teringat sebuah kalimat dari motivator terkenal bernama mario teguh saat menjadi audiens dalam acara yang ia bintangi.
Terkadang beberapa orang mengatakan bahwa hidup adalah sebuah pilihan. Namun beliau mengatakan , bahwa hidup itu tidak ada pilihan. Satu-satunya pilihan hanyalah kebaikan.

Kini ku mengerti makna dibalik kalimat itu.
Kita manusia diciptakan untuk beribadah kepadaNya..menjadi khalifah di muka bumi ini. Tentulah Sang Maha Tau memiliki rencananya sendiri akan hal ini. Tujuan kita diciptakan saja untuk beribadah...artinya untuk kebaikan...hanya kebaikan.
Bukankah Allah itu Maha baik, Maha Indah....Tentulah apa yang Dia rencanakan sangatlah indah dan penuh dengan kebaikan. Dan imbalan untuk kebaikan itu lebih berharga dari dunia dan seisinya...Subhanallah....

Menjadi pribadi yang baik, terus belajar menjadi baik, selalu berkembang dalam kebaikan dan mampu menularkan virus-virus kebaikan....Itulah yang ingin bisa kulakukan.
Namun seperti halnya ujian.. Untuk mencapai level kebaikan itu tidaklah mudah.
Berbagai tes kehidupan harus dijalankan.
Karna Dia ingin tahu, seberapa jauh tekad kita untuk bertahan dan mencapainya.

Duka, derita, pilu, sedih, kecewa, tangis, sengsara.... itulah jenis ujian yang sering membuat pesertanya menyerah dan putus asa. Namun seperti halnya ujian-ujian lain, Allahpun sudah menyiapkan jawaban dan pemecahan masalahnya…Yang harus kita lakukan hanyalah berdo’a, berusaha, Ikhlas, dan Sabar. Jika kita sudah merasa hampir putus asa, ingatlah janjiNya…Dibalik kesulitan itu ada kemudahan. Dan jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.

            Sungguh kasih sayangNya tercurah ke seluruh alam. Dalam kesulitan, dalam guncangan tekanan kehidupan, aku belajar dan aku menemukan. Aku seolah tersambar petir kesadaran. Ketika kucoba menggerutu, berkeluh kesah akan ketidakadilan yang Dia berikan... Dia memberikan scercah cahaya harapan. Ketidakadilan itu sesungguhnya ketika kita tidak bisa berlaku adil pada diri sendiri. Mneginginkan berbagai macam kebaikan namun enggan melangkah tuk kebaikan...Jadi sebenarnya siapakah yang tidak adil?

Percayakah kau bahwa semua masalah dan cobaan yang Dia berikan adalah bentuk kasih sayangNya?
Terkadang, Allah rindu pada kita sehingga ia melemparkan kerikil-kerikil kecil agar kita datang padaNya, menemuiNya...Namun sering kali kita bersikap acuh dan mengabaikan kerikil-kerikil kecil itu sehingga Dia harus melemparkan kerikil yang lebih besar agar kita menoleh padaNya.
Namun sifat manusia yang selalu berkeluh kesah sering kali membuat kesalahan fatal yang merugikan dirinya sendiri. Banyak diantaranya yg menoleh padaNya ketika dilempari kerikil besar namun bukan untuk meminta dan mendekatkan diri padaNya, justru untuk menyalahkanNya atas ketidakadilan yang ia rasakan, menyalahkan Tuhan atas semua derita yang ia alami. Astaghfirullah, semoga kita bukan tergolong yang seperti itu.

            Apapun yang Allah berikan pada kita,walaupun dengan Cover yang sungguh menyakitkan, namun didalamnya tersembunyi hikmah yang luar biasa bagi kita yang mau berfikir,bagi kita yang mau Qona’ah akan keindahan yang Ia janjikan.

Ketika kita sudah mampu merasa dekat denganNya, kedamaian, ketenangan akan senantiasa bersemayam dalam diri. Jiwa seolah takut untuk Jauh dariNya. Krna ia tidak ingin kehilangan kedamaian yang ia rasakan.

Ya Allah.....
Ingatkan aku ketika ku lalai....
Tuntunlah aku ketika ku salah arah...

Ya Rahman...
Bimbing aku tuk gapai ridhoMu...
Tunjukkan jalan ketika ku tersesat....

Ya Ghoffar...
Ampuni aku ketika ku terbuai...
Dekatilah aku ketika ku mulai menjauh....
Dekap aku dengan pelukan kasih sayangMu...

Ya Malik...
Berikan secercah cahaya ketika ku dalam kegelapan...
Dan karuniakanlah cahaya itu agar ku mampu menjadi penerang...

Ya Mukmin...
Jadikanlah airmata ini penerang tobat...
Jadikanlah peluh ini pembuka rahmat...

Ya Aziz...
Jadikanlah setiap nafas ini sebagai rasa syukur...
Setiap kata ini sebagai zikir...
Setiap detak jantung ini sebagai Alarm kewaspadaan...
Setiap denyut ini sebagai keikhlasan...
Agar ku tetap bertahan dalam ketidakberdayaan...
Tetap anggun dalam kesederhanaan...
Tetap tenang dalam keterbatasan...
Tetap teguh dalam guncangan...
Tetap tegar dalam tekanan...
Tetap bangkit dalam keletihan...
Tetap melangkah dalam kesusahan...

Ya Rahiim....
Izinkanlah ku menghadapMu dengan iman di dadaku...
Izinkanlah Takwa sebagai bekalku tuk menemuimu...
Dan Izinkanlah agar kubisa bersamaMu dan para kekasihMu...
Melihat indahnya wajahMu...

Sungguh jiwa yang merindu ini...
Teramat merindu tuk bisa bertemu denganMu...
Mampukanlah diri yang masih hina ini ...
Menjadi diri yang senantiasa dirindukan syurgaMu....
Bantulah agar kumampu belajar...
Belajar mencintaiMu dengan sepenuh hati...
Mencari hakikat cinta sejati...
Dan biarkan airmata ini menjadi saksi...
Akan kerinduan yang tida henti....



~*~ I  LOVE ALLAH ~*~ I LOVE ALLAH ~*~ I LOVE ALLAH ~*~

Friday, August 31, 2012

^^ Mutiara Embun ^^

Ini adalah perjalananku sebagai sang musafir kehidupan.... Mencoba bersabar menanti datangnya pelangi setelah badai... Menanti keindahan yang Dia janjikan.... Untuk hambaNya yang sudi bersabar.... Seperti butiran-butiran mutiara embun yang menyejukkan... Seperti pelita cemerlang wlau hanya menyinari sudut ruangan.... Dalam keterbatasan... Dan dalam kesederhanaan..... ^^

~*~ Dalam Diam ~*~

Dalam diam kumelihat....
Dalam diam kumendengar....
Dalam diam kumerasa....
Dalam diam aku tau...
Dalam diam kumengerti....
Dalam diam ku memahami...
Dalam diam kumencoba...
Dalam diam kubertahan...
Dalam diam kumengadu...
Dalam diam kupercaya...
Dalam diam ku rapuh...
Dalam diam kumenunduk...
Dalam Diam....
Hanya dalam diam....
Biatlah tetap... Dalam diam.....

Monday, August 13, 2012

~*~ Wahai Cermin Diri~*~



Jika pada akhirnya...
Derita hanya akan menjadi masa lalu...
kenapa sedih terus berlarut-larut...
Pdahal ketegaran yang mampu membuat kita bertahan hidup...
Jika pada akhirnya...
Luka dan kecewa hanya akan menjadi masa lalu...
Kenapa membiarkannya meracuni jiwa yang sayu...
Pdahal tabah dan sabar yang membuatnya lebih mudah berlalu...
Jika pada akhirnya...
benci dan marah hanya akan menjadi masa lalu...
Kenapa harus diumbar memanjakan nafsu...
Padahal menahan diriakan menyelamatkanmu...
Jika pada akhirnya...
harta hanya akan menjadi masa lalu...
Untuk apa ditimbun sendiri...
Padahal kedermawanan akan membawa berkah padamu...
Jika pada akhirnya...\Bahagia hanya akan menjadi masa lalu...
Kenapa harus dinikmati sendiri...
Pdahal berbegi akan lebih memberi makna....

Wahai diri...
Teruslah maju...Maju tuk gapai ridha Ilahi..
Wahai diri...
teruslah melangkah...
Walau selangkah demi selangkah...
Mendekat padaNya...
Agar hidup lebih terarah...
Wahai diri...
Sampaikanlah...Lakukanlah...
Apa yang baik menurutNya...
Walau hanya dalam diam...
Munajah di keheningan malam...

Salam santun perjuangan...
Salam semangat perubahan...
Memberi yang terbaik...
Tuk dapat yang terbaik....
♥ ^^ ♥

Monday, July 30, 2012

Yang Katanya Cinta


CINTA…
Apakah itu cinta wahai Sahabat… ?
Apakah ia laksana kembang di taman yang harumnya mampu memabukkan?
Atau Ia laksana kejut gemuruh yang mampu mengetarkan dada?
Apapun itu....
Cinta adalah fitrah...
Cinta adalh kado terindah dari Sang Maha Cinta....
Dia hadir memberi ribuan warna...
Memungkinkan hal yang tak mungkin...
Menyulap duka menjadi suka...
Dan Menetralkan racun-racun keangkuhan...

Cinta... bukanlah tempat kita untuk meminta...
Tapi tempat kita untuk memberi...
Karenanya, Jangan tanyakan apa yang telah cinta beri untukmu...
Tpi tanyakanlah, Apa yang sudah kau beri untuk Cintamu...

Lalu,  Bagaimana dengan mereka yang hatinya terluka karena cinta...
Yang mampu mengakhiri hidupnya karena cinta...
Dan merobohkan imannya atas nama Cinta...?

Sudahkah Kau yakin bahwa itu Cinta?

Sungguh miris....

Ketahuilah sahabat....
Sejatinya, Cinta selalu membawa kedamaian, kenyamanan...
Cinta yang sebenarnya, akan selalu membawa kita untuk lebih mencintaiNya...
Karena cinta itu datang dariNya...
Dan akan kembali padaNya....
Maka, apakah bisa dikatakan cinta? Jika justru membawa kita semakin jauh dariNya?
Ataukah itu cinta yang bertopeng nafsu belaka?
Karena jarak antara Cinta dan nafsu itu sangatlah tipis....
Sehingga kita akan mudah terjebak akan nafsu yang yang bercover cinta...
Dan mata hati kita tertutup akan perbedaan besar itu....

Cinta...
Akan senantiasa membawa  kita kedalam perubahan-perubahan yang baik...
Merubah jiwa yang mudah menyerah...Menjadi jiwa yang pantang menyerah...
Merubah jiwa yang selalu berkeluh kesah...menjdi jiwa yang penuh syukur dan indah...
Menjadikan jiwa yang lemah..Menjadi jiwa kuat yang tak mudah goyah...

Karena itu, Cinta yang kuat hanya bisa dimiliki oleh jiwa yang kuat...

Maka jadilah kuat untuk menyambut hadirnya yang penuh keagungan....
Agar gejolaknya tak bisa mencampurkan batas antara cinta dan nafsu belaka....

Original By: Al-Durriyatul Jannah < Aya Si Mutiara Embun >